WhatsApp Icon

Peran BAZNAS dalam Menguatkan Ekonomi dan Kesejahteraan Umat

01/11/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS KALTARA

Bagikan:URL telah tercopy
Peran BAZNAS dalam Menguatkan Ekonomi dan Kesejahteraan Umat

Foto Narasumber Menyampaikan Materi

Tanjung Selor — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi zakat di tengah masyarakat dengan menjadi narasumber pada kegiatan RAKERWIL Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang dilaksanakan di Aula Gedung Gadis Lantai 1, pada Sabtu, 1 November 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Peran BAZNAS dalam Menguatkan Ekonomi dan Kesejahteraan Umat” yang bertujuan memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan ini, materi disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Arif Jauhar Tontowi, MM, Beliau menjelaskan secara komprehensif bagaimana zakat dapat dikelola secara profesional, transparan, dan produktif untuk menggerakkan ekonomi umat, terutama dalam konteks pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil.

Dr. Arif Jauhar Tontowi, MM, menyampaikan bahwa zakat memiliki dua dimensi utama, yakni dimensi spiritual dan dimensi sosial-ekonomi. Secara spiritual, zakat membersihkan harta dan jiwa seorang muslim dari sifat kikir serta menumbuhkan rasa syukur. Sedangkan secara sosial, zakat berfungsi sebagai mekanisme redistribusi kekayaan dari golongan yang mampu kepada mereka yang membutuhkan. “Zakat bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga sarana untuk membangun keadilan sosial dan memperkuat ekonomi umat,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau memaparkan berbagai program yang telah dijalankan oleh BAZNAS Kalimantan Utara dalam bidang pendayagunaan zakat produktif. Di antaranya adalah pemberian bantuan modal usaha mikro, pelatihan keterampilan bagi keluarga pra-sejahtera, serta program pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Program-program tersebut dirancang agar para penerima manfaat (mustahik) tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi mampu berkembang menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan bahkan bertransformasi menjadi muzakki di masa depan.

Selain itu, BAZNAS juga menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik lembaga pemerintah maupun organisasi masyarakat, untuk memperluas jangkauan pendistribusian zakat. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan zakat dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Menurut Dr. Arif, kolaborasi dengan organisasi seperti Muslimat NU memiliki nilai strategis karena berpotensi memperkuat jaringan sosial dan mempercepat penyebaran literasi zakat di kalangan masyarakat akar rumput.

Dalam sesi penyampaian materi, Dr. Arif juga menekankan pentingnya pergeseran paradigma pengelolaan zakat dari sifat konsumtif menuju produktif. Ia mencontohkan bagaimana program zakat produktif di Kalimantan Utara telah membantu masyarakat dalam membangun usaha kecil seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha kuliner rumah tangga. Melalui pendampingan berkelanjutan, para mustahik dibimbing agar mampu mengelola bantuan yang diterima dengan baik dan mengembangkannya menjadi sumber penghasilan tetap.

“Zakat produktif bukan hanya membantu mustahik keluar dari kemiskinan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian. Ini adalah wujud nyata dari kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Dr. Arif. Beliau menambahkan bahwa BAZNAS berupaya tidak hanya menyalurkan dana zakat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, dan semangat berbagi kepada masyarakat penerima manfaat.

Kegiatan RAKERWIL Muslimat NU Kalimantan Utara ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota Muslimat dari berbagai daerah di Kalimantan Utara. Peserta tampak antusias mengikuti sesi materi yang disampaikan dengan gaya interaktif dan inspiratif. Dalam sesi tanya jawab, beberapa peserta menanyakan tentang mekanisme penyaluran zakat, cara menjadi muzakki melalui sistem digital, serta peran perempuan dalam mendukung gerakan zakat. Antusiasme ini menunjukkan adanya kesadaran yang semakin meningkat bahwa zakat bukan hanya ibadah pribadi, melainkan solusi kolektif untuk mengatasi permasalahan sosial-ekonomi umat.

Kegiatan diakhiri dengan harapan agar sinergi antara BAZNAS dan Muslimat NU dapat terus diperkuat dalam upaya membangun kemandirian ekonomi umat. Melalui kolaborasi dan pemahaman bersama, diharapkan zakat dapat terus berperan sebagai motor penggerak kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat Kalimantan Utara.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, BAZNAS Kaltara berharap semakin banyak elemen masyarakat yang memahami pentingnya berzakat dan ikut serta dalam gerakan zakat nasional. Sebab, zakat yang dikelola dengan baik akan menjadi sumber kekuatan ekonomi umat yang mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan sosial di bawah naungan nilai-nilai keislaman.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat